Monthly Archives: October 2013

Mengurus Jabatan Fungsional Dosen

Alhamdulillah, proses untuk pengurusan jabatan fungsional dosen akhirnya selesai. Semua berkas-berkas yang dilampirkan sebagai bukti pengusulan jabatan fungsional telah diserahkan ke Biro Administrasi Umum UNIKOM untuk selanjutnya diserahkan ke Kopertis Wilayah IV. Mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013, jabatan fungsional dosen yang selanjutnya disebut jabatan akademik dosen merupakan kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang dosen dalam satuan pendidikan tinggi yang dalam pelaksanaannya didasrkan pada keahlian tertentu serta bersifat mandiri.

Tingkatan jabatan akademik dosen dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi, yaitu :

1. Asisten Ahli;

2. Lektor;

3. Lektor Kepala; dan

4. Profesor.

Untuk menjadi seorang Professor, tentunya harus mengikuti peraturan yang berlaku, dan sifatnya bertahap mulai dari Asisten Ahli. Berdasarkan PerMenPAN tersebut dan UU mengenai Guru dan Dosen, untuk menjadi seorang Dosen saat ini harus minimal berpendidikan S2 atau Magister. Alhamdulillah, Saya sudah selesai menyelesaikan pendidikan Magister Informatika di ITB pada bulan Maret 2013. Berarti, waktu yang Saya perlukan untuk mengurus jabatan akademik dosen walau hanya untuk jenjang Asisten Ahli, sekitar 7 Bulan. Weew, kenapa begitu lama ? Sebenarnya, di kampus tempat saya bekerja (UNIKOM – red) waktu tersebut tidaklah terlalu lama. Ada teman saya yang sampai setahun lebih belum juga selesai dalam pengajuan jabatan akademik dosen ke asisten ahli.

Berkas Lampiran Jabatan Fungsional

Berkas Lampiran Jabatan Fungsional

7 Bulan, dari Maret 2013 s/d Oktober 2013 waktu yang saya perlukan untuk menyusun, mengumpulkan, dan mengurus berkas-berkas pengajuan. Ya, itupun saya sempat OFF dari perhelatan pengurusan jabatan akademik ini pada bulan Juni karena melangsungkan pernikahan. Alhamdulillah sudah punya istri sekarangmah  euy. Agustus juga OFF karena liburan lebaran yang membuat otak mendoktrin untuk tidak mengurusi jabatan akademik tersebut. Terlebih lagi, ada berkas yang sampai mengendap di pihak rektorat, sampai 2 bulan saya menunggu dan menunggu, belum juga ditandatangani. Ah, mungkin memang pejabat kampus yang berwenang sedang sibuk, dan kenyataannya memang sangat-sangat sibuk, sehingga berkas peer penilaian terhadap karya ilmiah yang Saya lampirkan, belum juga ditandatangani. Dalam hati, duh padahal cuma tandatangan saja sampai 2 bulan. Ah, entahlah..

Tidak sedikit memang yang harus dipersiapkan untuk mengurus jabatan fungsional dosen. Semua berkas memang perlu dikumpulkan, mulai dari ijazah S1, S2, surat tugas mengajar, SK membimbing dan menguji skripsi, membimbing kerja praktek, kegiatan seminar, penelitian, termasuk sampai bukti absensi mahasiswa/i dari mulai pengangkatan menjadi seorang dosen sampai dengan pengajuan ini, dikumpulkan untuk dilampirkan. Nah, itulah sebabnya kenapa bisa sampai setengah tahun lebih Saya ngurusin yang namanya jabatan akademik dosen ini. Teman saya yang lebih dulu sudah mempersiapkan jabatan akademik, bahkan tersalip oleh Saya. Maaf ya Pak Galih Hermawan, M.T. dan Ibu Nelly Indriani, M.T. saya salip. Mungkin mereka waktunya sangat kurang dalam menyusun jabatan akademik ini, dan saya maklum karena memang konsentrasi mereka juga terbagi untuk tugas mengajar yang banyak, disamping tugas dalam rumah tangga mereka.

Ternyata Ibu Nelly Indriani, M.T terpacu melihat saya sudah beres ngurusin jabatan fungsional, beliau esok harinya langsung minta bantuan Saya untuk ikut membantunya membawa berkas-berkas untuk dikumpulkan. Alhamdulillah hanya selang waktu sehari saya, dan dipastikan berkas pengurusan jabatan fungsional yang punya saya dengan Bu Nelly insya Allah selesainya berbarengan. Aamiin.

Kenapa Saya bisa cukup cepat dalam mengurus jabatan akademik ini? padahal kan sama memiliki tugas mengajar di kampus yang tidak sedikit, bahkan sudah dikatakan overload. Belum lagi sekarang sudah punya rumah tangga juga, jangan-jangan Saya tidak mengurusin rumah tangga ya? Ondee mande, ndak begitu lha. Justru saya ngebut alasan kuatnya juga karena demi Istri. Kok bisa? ya iya, karena kalau jabatan akademiknya sudah ada, secara otomatis tunjangan jabatan juga akan naik cukup besar walau memang tidak terlalu banyak.

Well, semoga pengajuan jabatan akademik Saya ini diberikan kelancaran oleh semua pihak. Sehingga SK jabatan akademik dosen menjadi Asisten Ahli bisa cepat juga keluar. Aamiin.

 

 

Mulai ngeBlog untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis

Niat yang ada dari dulu untuk aktif dalam menulis, akhirnya kini bisa dilakukan. Ya, keinginan untuk menjadi seperti rekan-rekan Dosen yang aktif dan selalu mengupdate blognya, ternyata menarik juga. Hanya saja memang benar, yang sulit itu bukan niat, tetapi kemauan untuk memulai niat atau rencana yang telah kita buat sebelumnya.

Well, lets try to Go ngeBlog !