Monthly Archives: April 2014

Terbang dari Padang ke Bandung Naik Xpress Air

Kali ini Saya akan bercerita mengenai pengalaman terbang dari Padang ke Bandung menggunakan pesawat dari maskapai Xpress Air. Setelah lelah menunaikan tugas negara menjadi tim independen UN SMK 2013/2014 yang berakhir di hari Rabu 16 April 2014, saatnya untuk memanjakan diri sejenak dengan liburan bersilaturahmi mengunjungi keluarga besar istri di Kota Padang.

Tiket telah didapat untuk keberangkatan hari Jum’at 18 April 2014 dan pulangnya tanggal 22 April 2014. Saya membeli tiket dari agent yang berada di kawasan simpang dago, tidak jauh dari kantor. Walaupun saya mengetahui bahwa saat ini sudah ada maskapai Xpress Air yang terbang langsung dari Bandung ke Padang pulang-pergi, tetapi untuk berangkatnya Saya memutuskan untuk terbang dari Bandung menuju Pekanbaru terlebih dahulu dengan maskapai Indonesia Air Asia. Saya waktu itu memang sengaja tidak langsung terbang dari Bandung ke Padang melainkan ke terlebih dahulu ke Pekanbaru, karena ada yang harus dilakukan di Bumi Lancang Kuning tersebut.

Sekedar informasi saja, maskapai Xpress Air memang baru membuka rute dari Bandung-Padang-Bandung pada bulan Februari 2014. Terbang setiap hari dan hanya satu kali penerbangan tiap hari. Berangkat dari Bandung jam 06.30 WIB sampai di Padang jam 08.25 WIB, kemudian dari Padang jam 08.55 WIB sampai di Bandung jam 10.50 WIB. Hal ini tentunya sangat menggembirakan bagi orang minang yang banyak merantau di Kota Bandung karena sangat membantu ketika akan pulang basamo. Sebelum adanya rute Bandung ke Padang, bagi yang akan ke Padang dari Bandung termasuk Saya sendiri, biasanya harus melalui Jakarta – Soekarno Hatta terlebih dahulu. Hal yang untuk saat ini sudah sangat tidak nyaman karena waktu tempuh dari Bandung ke Jakarta sudah sekitar 4 jam. Itupun kalau lancar. Jauh lebih lama daripada waktu penerbangan Jakarta-Padang yang hanya 1 jam 45 menit saja.

Setelah tiket Xpress Air saya beli, ternyata E-ticket nya juga terkirim ke email saya langsung dari Xpress Air. Harga tiket Xpress Air dari Padang ke Bandung untuk keberangkatan tanggal 22 April 2014 totalnya yaitu Rp. 700.000. Sedangkan tiket Air Asia dari Bandung ke Pekanbaru untuk tanggal 18 April 2014 harga totalnya Rp. 880.000.

Booking Confirmation Xpress Air Padang-Bandung

Booking Confirmation Xpress Air Padang-Bandung

Menurut saya, harga tiket yang ditawarkan oleh maskapai Xpress Air sangat kompetitif. Daripada Saya harus ke Jakarta terlebih dahulu, menembus kemacetan Ibukota, lebih baik Saya terbang langsung dari Bandung, walaupun harganya lebih mahal sedikit daripada harga tiket Jakarta-Padang. Tetapi, jangan dilupakan bahwa ongkos travel dari Bandung ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta saat ini sudah sekitar Rp. 125.000.

Jadwal pesawat Xpress Air dari Padang menuju Bandung yaitu jam 08.55 WIB. Checkin dibuka 2 jam sebelum keberangkatan, dan ditutup 45 menit sebelum keberangkatan. Pagi itu setelah sarapan pagi bersama keluarga besar Istri, Saya berangkat dari rumah yang berlokasi di dekat kantor Gubernur Sumatera Barat sekitar jam 06.30 WIB. Diantar ke Bandara International Minangkabau oleh Ayah beserta Ibu Mertua, Istri  dan Om Ning. Saya merasa keluarga baru saya ini sangat baik dan menunjukkan sikap yang hangat kepada Saya. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas karunia-Mu ini.

Suasana diperjalanan pada pagi hari itu menuju Bandara yang berjarak sekitar 20 KM dari rumah, cukup ramai dan lancar. Waktu yang dibutuhkan sekitar 45 menit, itupun bawa kendaraannya dengan santai. Maklum, ada Bumil didalam kendaraan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Kondisi lalu lintas di Padang sangat berbeda sekali dengan kondisi lalu lintas di Bandung di pagi hari. Macetnya kota Bandung saat ini memang sudah keterlaluan.

Sampai di Bandara Internasional Minangkabau sekitar jam 07.15 WIB. Situasi di Bandara tersebut pada pagi hari tidak terlalu ramai. Mungkin karena keadaan bangunan terminalnya yang cukup besar sehingga tercipta suasana yang teratur. Lagi-lagi sangat berbeda jauh dengan kondisi Bandara Husein Sastranegara Bandung yang sangat kecil tetapi dipadati dengan penerbangan yang sangat ramai, so crowded !

Bandara Internasional Minangkabau

Bandara Internasional Minangkabau

Sesampainya disana Saya langsung berpamitan dengan semuanya. Tidak ada kendala yang berarti sewaktu Checkin, cek X-Ray Bagasi dan Cabin. Namun, setiap saya melewati pintu metal detector di semua Bandara yang saya kunjungi, pasti saja ada bunyi. Saya kira pasti karena sabuk yang saya gunakan ada sedikit yang terbuat dari logam.

Tempat Counter Check In Xpress Air

Tempat Counter Check In Xpress Air

Pengalaman kali ini merupakan pengalaman pertama Saya menggunakan maskapai Xpress Air. Saya pun bertanya-tanya dalam hati, apakah pesawat ini load factor penumpangnya tinggi atau malah kosong ya? Mengingat rute Padang-Bandung merupakan rute yang baru di launching bulan Februari 2014. Saya khawatir apabila penumpangnya sedikit, maka rute ini akan kembali ditutup seperti nasib maskapai Indonesia Air rute Bandung-Padang-Bandung yang sepi penumpang, dan akhirnya ditutup sekitar bulan juni 2013. Ah, semoga saja tidak. Aamiin.

Sewaktu check in saya diberitahu oleh petugas check in bahwa pesawatnya agak delay sekitar 20 menit, karena tadi pagi cuaca di Bandung tidak bersahabat yang mengakibatkan semua keberangkatan dari Bandung pada pagi hari itu juga mengalami penundaan. Wah, bagus juga informasi keterlambatan disampaikan sedini mungkin. Setelah check in saya pun langsung menuju ke ruang tunggu di lantai 2 Bandara. Sembari melihat informasi mengenai nomor kursi tempat duduk di Boarding Pass, ternyata Saya mendapat nomor 11 F yang artinya kursi didekat jendela. Dalam Boarding Pass juga tertera ternyata Saya urutan ke 40 yang sudah check in. Wah, baru jam 07.30 yang check in ke Bandung sudah 40 orang. Ada kemungkinan pesawatnya tujuan ke Bandung ini penuh.

Boarding Pass Xpress Air Padang-Bandung

Boarding Pass Xpress Air Padang-Bandung

Sambil menunggu boarding, saya browsing mengenai pesawat Xpress Air yang digunakan. Ternyata menggunakan pesawat jenis Boeing 737-300. Pesawatnya berarti tidak sebesar Airbus A320 nya milik Air Asia dan Boeing 737-900ER miliknya Lion Air. Pesawat Xpress Air yang akan saya naiki maksimum jumlah penumpangnya sekitar 132 penumpang. Berbeda dengan lion air yang biasanya bisa muat lebih dari 200 penumpang.

Sekitar jam 08.50 pesawat Xpress Air dari Bandung mendarat dengan mulus di landasan bandara internasional minangkabau. Sekitar jam 09.10 WIB ada panggilan untuk boarding bagi para penumpang Xpress Air tujuan Bandung. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh petugas Check In, pesawat akan mengalami keterlambatan sekitar 20 menit karena cuaca di Bandung pagi ini kurang baik.

Pesawat Xpress Air Padang-Bandung

Pesawat Xpress Air Padang-Bandung

Interior Pesawat Xpress Air Padang-Bandung

Interior Pesawat Xpress Air Padang-Bandung

Nomor seat 11 F ternyata selain didekat jendela, juga merupakan hot seat karena tepat disamping pintu darurat pesawat. Ini sudah yang kedua kalinya saya duduk di kursi pintu darurat pesawat, yang artinya penerbangan kali ini saya bisa selonjoran kaki dengan nyaman karena leg room kursi dibagian pintu darurat sangat lapang.

 

Pintu Darurat Pesawat

Pintu Darurat Pesawat

Leg Room Kursi Dekat Pintu Darurat Pesawat

Leg Room Kursi Dekat Pintu Darurat Pesawat

Jam 09.30 WIB pesawat take off. Ketika take off, pesawat Xpress Air yang saya tumpangi hanya memerlukan jarak setengah dari total landasan untuk mengudara. Berbeda dengan pesawat berbadan lebar lain yang memerlukan jarak cukup jauh untuk take off. Selama penerbangan, walaupun pesawatnya tipe 737-300 ternyata sama saja dan tidak ada perbedaan dengan pesawat lain ketika mengudara. Sesekali memang terjadi turbulen ketika menembus awan, tetapi itu merupakan hal yang sudah biasa. Setiap penumpang diberi satu bungkus snack yang isinya roti isi dan satu gelas air mineral. Lumayan daripada lumanyun ketika terbang, hehe.

Penerbangan selama 1 jam 45 menit Alhamdulillah lancar. Cuaca saat itu memang cerah. Saya menyempatkan untuk ke toilet di bagian belakang pesawat sambil melihat-lihat bagaimana dengan tingkat keterisian penumpang. Setelah saya perhatikan dari kursi depan sampai bagian paling belakang, hanya satu baris kursi paling belakang saja yang kosong sebanyak 3 kursi. Alhamdulillah tinggi juga tingkat keterisian penumpang Xpress Air dari Padang ke Bandung yaitu sekitar 97,7%.

Pesawat mulai descend ketika berada di kawasan selat sunda, yang memisahkan pulau jawa dengan sumatera. Apabila menggunakan pesawat hanya sekitar 10 menit saja waktu yang diperlukan untuk melintasi selat tersebut.

Bandara Husein Sastranegara di Bandung memang terkenal sulit untuk didarati pesawat. Perlu pilot yang sudah sangat berpengalaman untuk mendarat di Bandung. Hal tersebut dikarenakan kondisi geografis Bandung yang berada di ketinggian yang lumayan tinggi, serta dikelilingi oleh beberapa Gunung. Pesawat Xpress Air yang saya tumpangi masuk dari celah Padalarang, namun tidak langsung mendarat dari arah barat, melainkan harus memutar terlebih dahulu disekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api – Gedebage di kawasan Bandung timur.

Walaupun Saya sudah cukup sering menggunakan pesawat, tetapi tetap saja pengalaman mendarat di Bandung ini memang lebih menyeramkan dibanding mendarat di tempat lain. Terasa sekali proses descend yang cukup cepat, ditambah dengan angin yang memang cukup kencang di daerah dataran tinggi, belum lagi Bandara di Bandung lokasinya benar-benar tepat di tengah kota. Gedung-gedung tinggi memang jadi obstacle sewaktu take off dan landing di Bandung. Contohnya saja Gedung Istana Plaza di daerah jalan Pajajaran. Gedung tersebut cukup tinggi dan posisinya tepat beberapa KM di ujung landasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Alhamdulillah proses landing di Bandung dilewati dengan lancar. Ketika pesawat melewati taxi way untuk parkir, terlihat ada sekitar 7 pesawat yang stand by di apron bandara. Memang bandara Husein Sastranegara itu kecil-kecil cabe rawit. Kecil bandaranya, ramai pesawatnya.

Terlihat juga banyak penumpang yang hendak naik pesawat berjejer sangat dekat dengan pesawat. Hal itu cukup membahayakan karena mesin jet pesawat yang saya naiki masih dalam keadaan hidup. Sekilas ini Bandara memang seperti terminal Bis Cicaheum Kota Bandung dimana banyak para penumpang yang lagi mengantri untuk naik Bis Pesawat. Bedanya, ini tidak perlu berebut naik kali ya, hehe..

 

Penumpang Antri Naik Pesawat

Penumpang Antri Naik Pesawat

Pesawat di Appron Bandara Husein Sastranegara Bandung

Pesawat di Bandara Husein Sastranegara Bandung

 

Finally, lets go home..

 

Pengalaman Menjadi Tim Independen Pengawas UN SMA/SMK/Paket C (Bagian 3) – Hari H Pelaksanaan UN

Mulai hari ini senin 14 April 2014 sampai dengan hari rabu 16 April 2014 UN tingkat SMA/SMK/Paket C Tahun ajaran 2013/2014 dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Setelah sosialisasi dan survey ke sekolah, tibalah saatnya untuk Saya menunaikan tugas negara, yaitu sebagai tim independen pengawas UN, yang kali ini Saya bertugas di SMK Al-Hasan.

Sebagai informasi saja, tugas Saya sebagai tim independen pada intinya adalah untuk menjaga dan mengawasi agar pelaksanaan UN di sekolah berjalan dengan lancar tanpa kecurangan. Setelah melakukan koordinasi dengan SMK Al-Hasan, disepakati bahwa pada saat pelaksanaan UN, Saya harus bersama-sama dengan perwakilan sekolah yang kali ini adalah Bapak H. Yoyo untuk mengambil soal dan menyerahkan lembar jawaban UN dari dan ke rayon yang bertempat di SMKN 3 Bandung, Jl. Solontongan.

Pelaksanaan UN setiap hari dimulai tepat pada jam 07.30 WIB. Akan tetapi, Saya harus sudah sampai di SMK Al-Hasan sekitar 45 menit sebelum UN dilaksanakan, tentunya sudah membawa soal dari Rayon. Untuk itu, setiap hari saya harus berangkat dari rumah di kawasan Cijambe-Ujungberung sekitar jam 04.40 WIB setelah shalat subuh menuju ke SMKN 3 Bandung untuk mengambil soal.

Hari pertama pelaksanaan UN, Senin 14 April 2014 saya pun berangkat dari rumah tepat jam 04.40 setelah shalat subuh. Dengan mengambil jalur perkalanan dari Cijambe – Jl. Rumah Sakit – ByPass Soerkarno Hatta – Buah Batu – Solontongan. Pagi itu kondisi lalu lintas sudah cukup ramai. Terlihat juga sedikit antrian di perempatan ByPass – Kiara Condong yang traffic light nya sangat lama karena harus menunggu sekitar 290 detik untuk kembali berjalan. Sampai di Rayon sekitar jam 05.15 WIB pagi dan ternyata Bapak H. Yoyo perwakilan dari SMK Al-Hasan sudah tiba terlebih dahulu.

Halaman SMKN 3 Bandung

Halaman SMKN 3 Bandung

 

Suasana hari pertama pengambilan soal ternyata Crowded & Paciweuh. Lokasi rayon pagi itu sudah penuh sesak dengan para perwakilan sekolah dan tim independen yang akan mengambil soal. Sampai-sampai saya juga kehilangan masker yang saya simpan di saku jaket karena berdesakan di situasi yang crowder tersebut. Wajar memang, pelaksanaan hari pertama merupakan ajang beradaptasi mengenai tata cara pengambilan soal.

Suasana Pengambilan Soal Hari Pertama - Pintu Depan

Suasana Pengambilan Soal Hari Pertama – Pintu Depan

Ruang Serah Terima Soal dan Lembar Jawaban Siswa

Ruang Serah Terima Soal dan Lembar Jawaban Siswa

Kondisi di depan ruang pengambilan soal dan lembar jawaban

Kondisi di depan ruang pengambilan soal dan lembar jawaban

Untuk mengambil soal, tahapannya terlebih dahulu harus mengambil form pengambilan soal yang terdapat di meja depan tempat pendaftaran atau pengambilan nomor antrian. Ada sekitar 6 atau 7 meja yang telah disiapkan. Sebelumnya Saya harus mengetahui dulu lokasi sekolah yang Saya berada dimeja mana dengan melihat informasi list sekolah yang sudah ditempel di dinding sekolah. Ternyata SMK Al-Hasan berada di meja 1. Untuk itu saya pergi menuju meja 1 dan ternyata sudah pada antri lumayan panjang. Onde mande. Setelah sampai di meja 1, saya harus menandatangani absensi pengambilan soal baru diberikan form untuk pengambilan soal.

Form tersebut harus diisi lengkap terlebih dahulu. Isiannya mirip pernyataan yang ditandatangani oleh koordinator Rayon, Saya sebagai tim independen, kemudian ditandatangani juga oleh dua saksi yaitu perwakilan sekolah, dan perwakilan dari Kemendikbud.

Proses pengambilan soal selesai sekitar jam 05.40 WIB. Kebetulan jumlah peserta UN di SMK Al-Hasan tidak terlalu banyak sehingga soal dan lembar jawaban yang Saya bawa pun dapat dimasukkan kedalam tas. Terlihat banyak rekan-rekan yang jumlah soal dan lembar jawabnya dimasukkan kedalam dus yang cukup besar, dan sepertinya harus dibawa dengan menggunakan mobil. Itulah mengapa lapangan parkir di SMKN 3 Bandung begitu penuh dengan kendaraan sehingga mengganggu mobilitas keluar masuk kendaraan.

Berangkat jam 05.45 dari rayon dan langsung menuju ke SMK Al-Hasan di daerah dekat bunderan Cibiru. Jalur yang paling cepat memang via ByPass, walaupun harus bertemu lagi dengan traffic light yang lamanya 290 detik, Oh No!. Alhamdulillah sampai di SMK Al-Hasan sekitar jam 06.30 dan Saya pun disambut oleh Kepala Sekolah untuk kemudian dipersilahkan kedalam ruangan panitia UN. Didalam ruang panitia UN telah ada yang datang para pengawas ruang dari sekolah lain. Ada sekitar 8 pengawas ruang, dimana tiap-tiap ruangan diawasi oleh 2 orang pengawas ruang. Lantas, apakah saya juga ikut mengawas? Ya, tetapi tidak ikut masuk ke ruang kelas.

SMK AL Hasan

SMK AL Hasan

 

Para Pengawas Ruang

Para Pengawas Ruang

Secara umum, pelaksanaan UN di SMK Al-Hasan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang telah diberikan oleh Kemendikbud. Sebelum dilaksanakan UN, sekitar jam 06.45 semua panitia melakukan breafing terlebih dahulu mengenai pelaksanaan.

Pelaksanaan Breafing

Pelaksanaan Breafing

 

Peserta UN tidak diperbolehkan membawa handphone kedalam kelas. Saya lihat bahwa memang HP setiap peserta dikumpulkan terlebih dahulu di ruangan yang berbeda, dijaga oleh satu orang siswa yang setelah saya tanya merupakan anggota OSIS yang sedang piket.

 

Handphone yang dikumpulkan di area yang berbeda

Handphone yang dikumpulkan di area yang berbeda

Setiap hari matapelajaran yang di UN kan di SMK berjumlah satu mata pelajaran. Hari senin, Bahasa Indonesia. Hari selasa, Matematika. Hari rabu, Bahasa Inggris. Satu matapelajaran itu mulai dari jam 07.30 berakhir pada jam 09.30. Sewaktu jam pelaksanaan UN, Saya berkeliling ke semua ruangan untuk memastikan kondisi pelaksanaan UN lancar dan terkendali. Serta untuk memantau kinerja dari semua pengawas ruang. Saya harus mengisi form penilaian untuk kinerja pengawas ruang. Begitupun juga pengawas ruang harus mengisi form peniliaian terhadap kinerja saya sebagai pengawas satuan.

Handphone yang dikumpulkan di area yang berbeda

Handphone yang dikumpulkan di area yang berbeda

 

Suasana Ruang Kelas Sewaktu UN

Suasana Ruang Kelas Sewaktu UN

 

Setelah pelaksanaan UN selesai, Saya pun harus memantau proses pemasukan lembar jawaban siswa kedalam amplop besar untuk kemudian di segel dan ditandatangani. Tak lupa juga lembar fakta integritas yang sudah saya tandantangi juga ikut dimasukan untuk dikumpulkan ke rayon. Sekitar jam 10.00 WIB saya beserta Bapak H. Yoyo menuju rayon untuk mengumpulkan lembar jawaban siswa yang nantinya akan dipindai di UPI Bandung. Proses pengumpulan lembar jawaban siswa juga harus dilakukan oleh dua orang. Satu perwakilan dari sekolah, satu dari tim independen. Proses tersebut berulang selama tiga hari pelaksanaan UN.

Alhamdulillah, selama pelaksanaan UN di SMK AL-Hasan berjalan dengan sangat lancar. Tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan apapun. Saya berterimakasih kepada semua civitas akademika SMK Al-Hasan yang sudah bekerja keras dalam mensukseskan pelaksanaan UN. Terimakasih juga akan sambutan yang hangat dari pihak Sekolah kepada Saya sebagai tim pengawas satuan pendidikan dari independen perguruan tinggi. Semoga seluruh peserta UN SMK Al-Hasan dapat semuanya berhasil lulus seperti yang semua harapkan. Aamiin.

 

 

Alhamdulillah selesai juga menunaikan amanah negara. Saatnya Saya mempersiapkan diri untuk menyambut pekan yang baru, di Pekan Baru..

Pengalaman Menjadi Tim Independen Pengawas UN SMA/SMK/Paket C (Bagian 2) – Nyasar Sewaktu Survey Lokasi Sekolah

Setelah rapat koordinasi dan sosialisasi di kampus UNPAS, semua tim pengawas independen diberikan map yang didalamnya berisi kelengkapan dan panduan mengenai prosedur operasioanl standar (POS) dalam pelaksanaan pengawasan UN. Selain itu, diberikan juga informasi mengenai lokasi sekolah yang menjadi tempat pengawasan.

Saya mendapatkan tugas untuk menjadi tim independen pengawas satuan di SMK-AL Hasan yang berlokasi di kompleks bumi panyileukan – Cibiru Bandung. Selain itu, informasi yang panitia berikan kepada saya termasuk nomor kontak dari kepala sekolah yang bersangkutan, jumlah siswa peserta UN, jumlah ruangan yang digunakan, beserta jumlah pengawas yang ditugaskan menjadi pengawas ruang. Disampaikan juga bahwa Saya harus berkoordinasi dengan SubRayon yang bertempat di SMKN 3 Bandung, Jl Solontongan daerah sekitar Buah Batu, karena Saya tiap hari harus ke SubRayon untuk mengambil soal dipagi hari, dan menyerahkan lembar jawaban siswa setelah selesai pelaksanaan UN di siang hari. Waktu itu saya berpikiran bahwa, jarak dari rumah di daerah Cijambe-Ujungberung ke SMK Al-Hasan daerah Cibiru memang tidak terlalu jauh, tetapi untuk ke Buah Batu-nya itu yang jaraknya “lumayan”, apalagi tiap hari harus bolak-balik, dari Ujungberung-Buah Batu-Cibiru-Buah Batu-Ujungberung. Tapi, tidak apalah, sudah menjadi tugas negara yang harus dilaksanakan.

Sesampainya dirumah sepulang dari rapat koordinasi, Saya lalu membaca semua informasi yang diberikan. Informasi yang ada diantaranya mengenai Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan UN, totalnya sekitar 47 halaman. Ada juga panduan kerja pengawasan pelaksanaan UN bagi pengawas satuan yang didalamnya berisikan rincian kerja Saya sebagai tim independen pengawas satuan pendidikan UN. Selain itu, terdapat juga tata tertib pengawasan dan masalah-masalah yang sering muncul pada pelaksanaan UN.

Pada lembar rincian kerja pengawas satuan pendidikan yang saya baca, dijelaskan bahwa Saya harus melapor terlebih dahulu kepada penyelenggara UN tingkat satuan pendidikan yang mana dalam hal ini adalah sekolah tempat dimana saya bertugas, dengan membawa surat tugas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadwal melapor ke sekolah ini tertulis bahwa waktunya bisa disesuaikan. Berdasarkan rincian tersebut, maka saya menentukan pelaksanaan untuk melapor atau dengan kata lain yaitu survey awal terhadap lokasi sekolah dilakukan pada hari rabu 9 April 2014, selepas pemilu.

Langkah pertama saya sebelum survey lokasi, tentunya bertanya terlebih dahulu kepada siMbah Google. Dikarenakan Saya belum mengetahui lokasi sekolah SMK-Al Hasan, maka aplikasi google maps pun saya buka sebagai panduan supaya tidak nyasar. Pada waktu itu Saya mengisikan isian “SMK-Al Hasan” di google maps, dan tak lama kemudian siMbah pun memberikan informasi lokasi yang diinginkan. Berikut hasilnya.

 

Nyasar di Kompleks Panghegar

Rute Awal ke SMK Al Hasan

Pada awalnya, saya belum mengetahui bahwa SMK-Al Hasan tempat saya bertugas ituberlokasi di daerah Cibiru. Berdasarkan informasi yang didapat dari siMbah, diketahui bahwa lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, yaitu sekitar 3,3 Km yang dapat ditempuh dalam waktu 8 menit. Hebat siMbah, selain memberikan rute yang terbaik, juga bisa mengetahui keadaan lalu lintas. Terlihat dari peta yang berwarna biru itu tandanya lancar, dan warna orange itu lalu lintasnya agak tersendat karena memang melintasi pasar Ujungberung.

Hari Rabu 9 April 2014 setelah pemilu, berdasarkan informasi lokasi yang telah didapatkan, Saya pun survey ke lokasi yang telah ditunjukkan oleh siMbah. Berbekal Global Positioning System (GPS) dari Smartphone, saya pun menyusuri jalan menuju lokasi. Disinilah keanehan terjadi, setelah berputar-putar cukup lama dijalan kompleks yang ditunjukkan siMbah, saya masih belum menemukan lokasi sekolah tujuan. Sampai saat ini Saya belum “ngeh” bahwa saya telah nyasar.

Lelah karena tidak ketemu juga, akhirnya Saya bertanya kepada masyarakat yang saya jumpai. Saya menanyakan apakah dia mengetahui dimana SMK-Al Hasan, ternyata dia tidak mengetahui. Hm, aneh juga, masa’ tidak mengetahui sekolah yang ada di sekitar kompleksnya sendiri. Tidak puas, Saya pun menanyakan ke orang lain. Ternyata orang kedua tersebut juga tidak mengetahui. Akhirnya saya bertanya saja mengenai kompleks bumi panyileukan apakah benar disini? ternyata dia menjawab bukan, tetapi itu kompleks ada di ByPass-Soekarno Hatta. Kalau disini kompleks perumahan Panghegar. Nah loh.

Nyasar di kompleks Panghegar

Nyasar di kompleks Panghegar

Guna memastikan informasi tersebut, saya pun bertanya kembali kepada tukang ojek mengenai lokasi kompleks bumi panyileukan, dan ternyata jawaban yang diberikan sama yaitu ada di jalan Soekarno-Hatta dekat bunderan Cibiru. Waduh, ternyata saya kesasar! pantas saja walaupun telah berputar-putar namun tetap tidak ketemu, ternyata ini kompleks perumahan Panghegar, bukan Bumi Panyileukan. Lantas, kok bisa salah alamat? Ah sudahlah, mungkin siMbah Google ngefans dengan lagu alamat palsunya Ayu Ting-Ting *_^

Setelah beberapa kali bertanya, Alhamdulillah saya sampai juga di lokasi tempat saya bertugas yang memang benar ada di sekitar bunderan Cibiru. Kesasar lumayan jauh gara-gara siMbah. Saya pun baru sadar bahwa hari Rabu, 9 April 2014 merupakan hari libur pemilu, sehingga Saya tidak bisa bersilaturahmi di hari tersebut karena sekolahnya pun libur, onde mande..

Lokasi SMK Al Hasan Sebenarnya - Kompleks Bumi Panyileukan

Lokasi SMK Al Hasan Sebenarnya – Kompleks Bumi Panyileukan

Silaturahmi kepada sekolah sebagai pihak penyelenggara UN saya lakukan pada kamis sore sepulang dari kantor. Diterima dengan baik dan ramah oleh panitia UN sekolah. Kami pun membicarakan mengenai mekanisme UN yang dimulai hari Senin, 14 April 2014 mulai jam 07.30 WIB. Ternyata memang benar, saya harus berangkat ke SubRayon terlebih dahulu di kawasan Buah Batu setelah shalat subuh untuk mengambil soal mendampingi Bpk.H.Yoyo sebagai petugas penyelenggara dari pihak SMK Al-Hasan. Sebagai informasi saja bahwa soal baru bisa diambil apabila tim pengawas dari independen sudah hadir dan ikut mengawasi pengambilan dan pendistribusian soal UN.

 

Pengalaman Menjadi Tim Independen Pengawas UN SMA/SMK/Paket C (Bagian 1)

Sudah lama sekali Saya tidak update blog. Entah kenapa blog ini jadi tidak saya sentuh beberapa bulan. Pastinya ada kesibukan lain yang tersembunyi  :)

Kali ini Saya ingin sharing pengalaman menjadi tim independen pengawas UN SMA/SMK/Paket C Tahun Pelajaran 2013/2014. Jujur saja pengalaman ini merupakan yang pertama kalinya bagi Saya. Lumayan menambah pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan UN karena selama ini Saya hanya mengetahui proses sewaktu pelaksanaan UN yang dilakukan oleh para siswa/siswi SMA/SMK dari media saja, tanpa ikut berpartisipasi sedikitpun.

Bermula di hari rabu siang, 2 April 2014, waktu itu saya sedang membimbing mahasiswa yang sedang skripsi, Saya menerima telp dari Ibu Vani, sekretaris Rektorat UNIKOM mengenai adanya tugas dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Rektor UNIKOM kepada Saya untuk menjadi tim independen yang mengawas pelaksanaan UN SMA/SMK/Paket C Tahun Pelajaran 2013/2014.

Sewaktu ditelp tersebut, ada kejadian lucu. Bermula dari nomor telp yang masuk merupakan nomor yang anonymous, sehingga saya tidak tahu dengan siapa saya berbicara. Kira-kira perbincangannya seperti ini:

Saya : Halo, Assalamu’alaikum, Selamat siang.

Rektorat : Halo, Wa’alaikumsalam. Pak Eko, ini dengan Bu Vani. Lagi sibuk pak?

Saya : … (sekitar 15 detik Saya tertegun dan kebingungan)

Jujur saja waktu itu saya bingung dengan siapa saya berbicara. Pikiran saya waktu itu yang menelpon adalah Sang Istri, karena istri Saya namanya memang Fanny, sehingga dari segi pengucapan nama ya tidak ada beda dengan Vani. Saya pun bertanya dalam hati, loh kenapa istri saya manggilnya jadi Pak Eko? Sejak kapan istri saya sewaktu nelp jadi Bu Vani, sama sekali bukan panggilan seperti biasanya. Nomor telp nya juga beda, tidak saya kenali. Waduh ada apa ini ya? Istri saya kenapa nih ? Aneh.

… (setelah 15 detik tanpa perkataan)

Rektorat : Halo Pak Eko.. Pak Eko.. ini Bu Vani Pak

Saya : (masih dalam keadaan bingung saya akhirnya menjawab)

Saya : Iya Nda, ada apa? Kok nomor nya beda, kenapa Nda?

Rektorat : Waduuh Pak, ini sama Vani rektorat.

Saya : Nah Loh, ~!@#$%^&*(_+ …

Rektorat : Haha, bapak ini mikirin istri melulu. Sama ya pak nama kita. Untung ga mesra-mesraan disini pak.

*Skip-skip saja ya, hehe*

Perbincangan itu pada intinya yaitu Saya diminta untuk mengambil surat tugas dari Rektor dan mengambil form calon pengawas UN 2013/2014 yang ada di Bu Vani untuk kemudian diisi dan dikirimkan ke panitia pengawasan pelaksanaan UN Kota Bandung. Setelah saya isi, siang hari itu juga sepulang kantor saya kirimkan ke panitia.

Pada hari Sabtu sore, 5 April 2014 saya menerima SMS dari Panitia yang menginformasikan untuk wajib menghadiri sosialisasi Prosedur Operasi Standar (POS) pengawasan dan juknis bagi pengawas satuan, serta pembagian kelengkapan bahan pengawasan pada hari Senin, 7 April 2014 dari jam 08.30 sd selesai yang bertempat di Aula Kampus IV Universitas Pasundan, Jl. Dr. Setiabudhi No. 193 Bandung. Apabila tidak hari, maka dianggap mengundurkan diri jadi tim independen pengawas UN.

Setiap hari senin sebenarnya Saya ada jadwal mengajar sebanyak 2 kelas yang dimulai  dari jam 07.00 s/d 10.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan aktivitas “rutin” bagi para Dosen Teknik Informatika UNIKOM, yaitu membimbing mahasiswa skripsi. Dengan demikian Saya harus menginformasikan kepada mahasiswa bimbingan Saya untuk mengubah jadwal bimbingan yang hari Senin menjadi hari Rabu. Lain halnya dengan perkuliahan, Saya tetap masuk memberi kuliah. Akan tetapi, untuk kelas yang dimulai jam 08.30 Saya hanya bisa sampai jam 09.15 sedangkan mahasiswa Saya beri latihan untuk diselesaikan di lab. Saya pun sebelum meninggalkan mereka tentunya bilang  dan meminta maaf terlebih dahulu bahwa untuk senin ini saya hanya bisa sampai jam 09.15 karena Saya harus mengikuti rapat di Unpas terkait pelaksanaan UN, tetapi Saya memberikan contoh latihan yang harus dicoba oleh para Mahasiswa sampai jam 10.00, setelah jam kuliah habis baru mereka boleh pulang dari Lab.

Saya memang merupakan tipe orang yang mengedepankan tepat waktu dalam segala hal. Dalam hal ini, ketika saya mengetahui bahwa harus hadir di UnPas jam 08.30, Saya pun pada awalnya bingung karena pada jam tersebut saya masih ada tanggung jawab menjadi seorang pendidik dimana harus melakukan pengajaran. Akan tetapi, setelah Saya carikan win-win solution nya maka saya baru akan berangkat ke Unpas pada jam 09.15 setelah Saya selesai memberikan materi kuliah terlebih dahulu. Asumsi saya waktu itu adalah, apabila saya berangkat jam 09.15 maka akan sampai dilokasi yang berjarak sekitar 6km dari UNIKOM pada jam 09.30. Saya memang sering merasa tidak enak kalau telat. Waktu itu saya berharap tidak ketinggalan pada acara intinya.

Sampai di Auditorium UNPAS sekitar jam 09.40 WIB, dan ternyata onde mande.. masih pada mengantri di pintu masuk untuk mengisi daftar hadir dan mengambil bahan-bahan kelengkapan pengawasan UN. Indonesia, Negaraku tercinta ini. Memang juaranya kalau dalam hal “Ngaret”. Tapi, Saya juga kan termasuk yang datang tidak tepat waktu? Ah, Sudahlah, jangan dibahas. Silahkan dinilai dengan persepsi masing-masing.

Suasana Sosialisasi di Auditorium UNPAS Kampus Setiabudi

Suasana Sosialisasi di Auditorium UNPAS Kampus Setiabudi

 

Acara sosialisasi akhirnya baru dimulai tepat pada jam 10.00 WIB. Ada 3 Pembicara yang mengisi acara. Itupun pembicara ketiga baru datang sekitar jam 10.30 WIB. Ah, Indonesia. Sudah-sudah gak perlu dibahas. :) . Acara berlangsung lancar sampai selesai sekitar jam 12.30 WIB. Pada intinya, semua yang dibahas tersebut akan mengerucut pada satu tujuan akhir yaitu Tim Pengawas Independen yang berasal dari kalangan Perguruan Tinggi, dimana salah satu syaratnya sudah harus bergelar Magister, tujuan utamanya adalah untuk menjaga dan mengamankan supaya tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional.

 

Tulisan Selanjutnya selanjutnya mengenai Pengalaman Menjadi Tim Independen Pengawas UN SMA/SMK/Paket C (Bagian 2) – Nyasar sewaktu survey lokasi sekolah