Pengalaman Menjadi Tim Independen Pengawas UN SMA/SMK/Paket C (Bagian 1)

By | 13 April 2014

Sudah lama sekali Saya tidak update blog. Entah kenapa blog ini jadi tidak saya sentuh beberapa bulan. Pastinya ada kesibukan lain yang tersembunyi  :)

Kali ini Saya ingin sharing pengalaman menjadi tim independen pengawas UN SMA/SMK/Paket C Tahun Pelajaran 2013/2014. Jujur saja pengalaman ini merupakan yang pertama kalinya bagi Saya. Lumayan menambah pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan UN karena selama ini Saya hanya mengetahui proses sewaktu pelaksanaan UN yang dilakukan oleh para siswa/siswi SMA/SMK dari media saja, tanpa ikut berpartisipasi sedikitpun.

Bermula di hari rabu siang, 2 April 2014, waktu itu saya sedang membimbing mahasiswa yang sedang skripsi, Saya menerima telp dari Ibu Vani, sekretaris Rektorat UNIKOM mengenai adanya tugas dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Rektor UNIKOM kepada Saya untuk menjadi tim independen yang mengawas pelaksanaan UN SMA/SMK/Paket C Tahun Pelajaran 2013/2014.

Sewaktu ditelp tersebut, ada kejadian lucu. Bermula dari nomor telp yang masuk merupakan nomor yang anonymous, sehingga saya tidak tahu dengan siapa saya berbicara. Kira-kira perbincangannya seperti ini:

Saya : Halo, Assalamu’alaikum, Selamat siang.

Rektorat : Halo, Wa’alaikumsalam. Pak Eko, ini dengan Bu Vani. Lagi sibuk pak?

Saya : … (sekitar 15 detik Saya tertegun dan kebingungan)

Jujur saja waktu itu saya bingung dengan siapa saya berbicara. Pikiran saya waktu itu yang menelpon adalah Sang Istri, karena istri Saya namanya memang Fanny, sehingga dari segi pengucapan nama ya tidak ada beda dengan Vani. Saya pun bertanya dalam hati, loh kenapa istri saya manggilnya jadi Pak Eko? Sejak kapan istri saya sewaktu nelp jadi Bu Vani, sama sekali bukan panggilan seperti biasanya. Nomor telp nya juga beda, tidak saya kenali. Waduh ada apa ini ya? Istri saya kenapa nih ? Aneh.

… (setelah 15 detik tanpa perkataan)

Rektorat : Halo Pak Eko.. Pak Eko.. ini Bu Vani Pak

Saya : (masih dalam keadaan bingung saya akhirnya menjawab)

Saya : Iya Nda, ada apa? Kok nomor nya beda, kenapa Nda?

Rektorat : Waduuh Pak, ini sama Vani rektorat.

Saya : Nah Loh, ~!@#$%^&*(_+ …

Rektorat : Haha, bapak ini mikirin istri melulu. Sama ya pak nama kita. Untung ga mesra-mesraan disini pak.

*Skip-skip saja ya, hehe*

Perbincangan itu pada intinya yaitu Saya diminta untuk mengambil surat tugas dari Rektor dan mengambil form calon pengawas UN 2013/2014 yang ada di Bu Vani untuk kemudian diisi dan dikirimkan ke panitia pengawasan pelaksanaan UN Kota Bandung. Setelah saya isi, siang hari itu juga sepulang kantor saya kirimkan ke panitia.

Pada hari Sabtu sore, 5 April 2014 saya menerima SMS dari Panitia yang menginformasikan untuk wajib menghadiri sosialisasi Prosedur Operasi Standar (POS) pengawasan dan juknis bagi pengawas satuan, serta pembagian kelengkapan bahan pengawasan pada hari Senin, 7 April 2014 dari jam 08.30 sd selesai yang bertempat di Aula Kampus IV Universitas Pasundan, Jl. Dr. Setiabudhi No. 193 Bandung. Apabila tidak hari, maka dianggap mengundurkan diri jadi tim independen pengawas UN.

Setiap hari senin sebenarnya Saya ada jadwal mengajar sebanyak 2 kelas yang dimulai  dari jam 07.00 s/d 10.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan aktivitas “rutin” bagi para Dosen Teknik Informatika UNIKOM, yaitu membimbing mahasiswa skripsi. Dengan demikian Saya harus menginformasikan kepada mahasiswa bimbingan Saya untuk mengubah jadwal bimbingan yang hari Senin menjadi hari Rabu. Lain halnya dengan perkuliahan, Saya tetap masuk memberi kuliah. Akan tetapi, untuk kelas yang dimulai jam 08.30 Saya hanya bisa sampai jam 09.15 sedangkan mahasiswa Saya beri latihan untuk diselesaikan di lab. Saya pun sebelum meninggalkan mereka tentunya bilang  dan meminta maaf terlebih dahulu bahwa untuk senin ini saya hanya bisa sampai jam 09.15 karena Saya harus mengikuti rapat di Unpas terkait pelaksanaan UN, tetapi Saya memberikan contoh latihan yang harus dicoba oleh para Mahasiswa sampai jam 10.00, setelah jam kuliah habis baru mereka boleh pulang dari Lab.

Saya memang merupakan tipe orang yang mengedepankan tepat waktu dalam segala hal. Dalam hal ini, ketika saya mengetahui bahwa harus hadir di UnPas jam 08.30, Saya pun pada awalnya bingung karena pada jam tersebut saya masih ada tanggung jawab menjadi seorang pendidik dimana harus melakukan pengajaran. Akan tetapi, setelah Saya carikan win-win solution nya maka saya baru akan berangkat ke Unpas pada jam 09.15 setelah Saya selesai memberikan materi kuliah terlebih dahulu. Asumsi saya waktu itu adalah, apabila saya berangkat jam 09.15 maka akan sampai dilokasi yang berjarak sekitar 6km dari UNIKOM pada jam 09.30. Saya memang sering merasa tidak enak kalau telat. Waktu itu saya berharap tidak ketinggalan pada acara intinya.

Sampai di Auditorium UNPAS sekitar jam 09.40 WIB, dan ternyata onde mande.. masih pada mengantri di pintu masuk untuk mengisi daftar hadir dan mengambil bahan-bahan kelengkapan pengawasan UN. Indonesia, Negaraku tercinta ini. Memang juaranya kalau dalam hal “Ngaret”. Tapi, Saya juga kan termasuk yang datang tidak tepat waktu? Ah, Sudahlah, jangan dibahas. Silahkan dinilai dengan persepsi masing-masing.

Suasana Sosialisasi di Auditorium UNPAS Kampus Setiabudi

Suasana Sosialisasi di Auditorium UNPAS Kampus Setiabudi

 

Acara sosialisasi akhirnya baru dimulai tepat pada jam 10.00 WIB. Ada 3 Pembicara yang mengisi acara. Itupun pembicara ketiga baru datang sekitar jam 10.30 WIB. Ah, Indonesia. Sudah-sudah gak perlu dibahas. :) . Acara berlangsung lancar sampai selesai sekitar jam 12.30 WIB. Pada intinya, semua yang dibahas tersebut akan mengerucut pada satu tujuan akhir yaitu Tim Pengawas Independen yang berasal dari kalangan Perguruan Tinggi, dimana salah satu syaratnya sudah harus bergelar Magister, tujuan utamanya adalah untuk menjaga dan mengamankan supaya tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional.

 

Tulisan Selanjutnya selanjutnya mengenai Pengalaman Menjadi Tim Independen Pengawas UN SMA/SMK/Paket C (Bagian 2) – Nyasar sewaktu survey lokasi sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


− 2 = dua